tulisan ini hanyalah sebuah tumpahan perasaan seorang guru mapel ipa yang “kesampiran” mapel tik karena kebetulan ditempat kami belum ada S.Kom-nya, dan kok ya “ndilalah” saya yang harus disampiri.
tapi seperti khotbah pak kyai di kampung saya yg mengatakan kalau semua yang terjadi selalu ada hikmah yang mengikuti.saya yg hanya punya ilmu tik cuma se”imprit”,mempunyai kesempatan untuk mengikuti diklat tik di lpmp jateng.
sebelum berangkat, berkecamuk pertanyaan dalam hati, jangan – jangan sy disana cuma planga-plongo thok, rasa minder agak mengalahkan semangat 45 yang tadinya sudah menyala,tentu saja disamping itu ada perasaan lainnya yang menyebabkan saya berat untuk berangkat yaitu meninggalkan orang-orang tercinta ( kesannya kok jadi sok melankolis ya..)
ternyata setelah disini kenyataan tak semenakutkan bayangannya. banyak yang belum sy ketahui sekarang minimal sudah kenal. saya yg tadinya “katro” terhadap hal-hal itu jadi kenalan dg google,yahoo,dan bahkan ngeblog ini jg saya dapatkan disini.
tapi masih ada satu perasaan lagi yg belum terjawab dalam hati : “untuk apa semua yang sy peroleh di sini,kalau di sekolah saya yang kebetulan dipinggiran belum ada jaringannya”?
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | Leave a Comment »